Loading...

Pelatihan Keunggulan Fisioterapi: Kinesiotape and Bandaging Application untuk Mendukung Kompetensi Lulusan

  2025-07-22    Admin   Berita   68
2025-12-09_094335_post.jpeg

Surakarta, 23 Juli 2025 — Universitas Aisyiyah Surakarta melalui Program Studi DIV Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi dinamika dunia kerja. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Keunggulan bertajuk “Kinesiotape and Bandaging Application: Strategi Penerapan untuk Fisioterapi Geriatri” yang dilaksanakan selama dua hari, pada 21 hingga 22 Juli 2025, di Auditorium Siti Baroroh Barried. Pelatihan ini diikuti oleh 34 mahasiswa tingkat akhir Program Studi Fisioterapi yang tengah berada dalam fase transisi dari dunia akademik menuju dunia profesional. Mereka adalah calon fisioterapis yang dipersiapkan untuk segera mengabdikan diri dalam layanan kesehatan, baik di rumah sakit, klinik rehabilitasi, maupun sektor industri yang kini semakin menuntut penguasaan keterampilan praktis di bidang fisioterapi modern.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, Bdn. Sri Kustiyati, SST., M.Keb, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk nyata dari komitmen institusi untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga tangguh secara profesional. Ia menekankan bahwa dunia kerja saat ini mengharuskan tenaga kesehatan, khususnya fisioterapis, memiliki kemampuan lebih dari sekadar penguasaan teori. Para calon fisioterapis perlu memahami teknik terkini, mengerti kebutuhan pasien, serta memiliki etos kerja yang tinggi disertai semangat belajar berkelanjutan.“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan lulusan kami siap bersaing di dunia kerja dengan memberikan layanan yang sesuai dengan standar profesional,” ujarnya.

Fokus utama pelatihan ini adalah penguasaan teknik kinesiotaping dan bandaging, dua keterampilan krusial dalam penanganan berbagai kondisi fisioterapi, khususnya untuk pasien geriatri. Populasi lansia kerap menghadapi tantangan berupa gangguan mobilitas, kelemahan otot, dan nyeri muskuloskeletal, sehingga membutuhkan intervensi fisioterapi berbasis eviden. Kinesiotaping merupakan teknik aplikasi pita elastis pada kulit yang mendukung otot dan sendi tanpa menghambat gerakan, membantu mengurangi nyeri, memperbaiki sirkulasi, serta mempercepat pemulihan. Sementara itu, bandaging berfungsi untuk stabilisasi sendi, mencegah cedera, dan memberikan rasa aman bagi pasien. Sebagaimana dijelaskan oleh Ftr. Ari Sudarsono, M.Fis, narasumber utama yang hadir dalam pelatihan ini, penguasaan kedua keterampilan tersebut menjadi hal wajib bagi fisioterapis modern. Dengan teknik yang tepat, fisioterapis dapat meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat proses rehabilitasi, sekaligus mengurangi risiko cedera, terutama pada pasien lanjut usia.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktis melalui metode hands-on practice yang langsung diterapkan oleh mahasiswa di lapangan. Mereka berkesempatan melakukan asesmen pasien, menentukan area aplikasi kinesiotape, memilih jenis bandage yang sesuai, hingga memperhatikan prinsip keamanan dan kenyamanan pasien selama proses intervensi. “Kegiatan seperti ini menjadi jembatan antara teori dan praktik di lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar teknik, tetapi juga mengasah soft skills seperti komunikasi terapeutik dan pemahaman etika profesi,” ujar Ftr. Ari Sudarsono, yang telah berpengalaman di berbagai rumah sakit, klinik rehabilitasi, dan dunia industri.

Pelatihan ini juga dirancang agar selaras dengan standar kompetensi profesi fisioterapi, baik nasional maupun internasional. Dengan keterampilan ini, lulusan diharapkan memiliki keunggulan kompetitif dan siap mengikuti sertifikasi kompetensi yang merupakan salah satu persyaratan memasuki pasar kerja global. Hal ini sejalan dengan tuntutan dunia industri kesehatan yang mengharapkan tenaga profesional yang efisien, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Bagi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan reputasi program studi dengan menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan dengan tema yang lebih variatif mengikuti perkembangan fisioterapi global, seperti neurorehabilitasi, fisioterapi olahraga, terapi manual, serta pemanfaatan teknologi dalam rehabilitasi. Sebagai penutup, pelatihan ini mencerminkan sinergi antara dunia akademik, klinis, dan industri. Dengan dukungan penuh dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan kehadiran praktisi berpengalaman, para mahasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Universitas ‘Aisyiyah Surakarta berkomitmen untuk terus berinovasi, mencetak fisioterapis profesional yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga memiliki integritas dan adaptabilitas tinggi dalam era kesehatan modern.