Surakarta, 25–27 Agustus 2025 – Program Studi Profesi Bidan Universitas ‘Aisyiyah Surakarta sukses menyelenggarakan Pelatihan Akupunktur dan Akupresur Kebidanan selama tiga hari, mulai Senin (25/8) hingga Rabu (27/8). Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa, bidan, serta tenaga kesehatan dengan keterampilan komplementer berbasis ilmu tradisional yang terintegrasi dengan praktik kebidanan modern.
Pelatihan ini menghadirkan berbagai sesi penting, mulai dari dasar teori akupunktur, anatomi reproduksi, hingga praktik langsung akupresur dan pemasangan jarum. Materi mencakup:
Tidak hanya teori, peserta juga melakukan simulasi kering, praktik palpasi titik, hingga praktik langsung pemasangan jarum dan akupresur. Simulasi kasus kebidanan seperti hiperemesis, nyeri persalinan, induksi persalinan dan produksi ASI yang kurang menjadi fokus untuk meningkatkan keterampilan klinis. Pelatihan dihadiri oleh 57 mahasiswa profesi bidan, 11 dosen kebidanan, dan 4 terapis dari luar.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas ‘Aisyiyah Surakarta menyampaikan bahwa acara ini merupakan salah satu komitmen Program Studi Profesi Bidan untuk mewujudkan keunggulan prodi, terutama dalam bidang Thibbunnabawi (pengobatan berdasarkan ajaran Nabi). Dekan juga berpesan kepada peserta untuk mengosongkan gelas, artinya membuka pikiran agar dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh pemateri dengan baik. Ia juga mengingatkan peserta untuk memperhatikan dengan seksama materi yang disampaikan oleh para guru.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri Bp. Pudji Hartanto, Apt, CAHTM, seorang Master Holistik dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidangnya. Dengan keahlian dan pengalaman beliau, peserta mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang penerapan akupunktur dan akupresur dalam praktik kebidanan.
Acara ditutup dengan evaluasi dan refleksi dari peserta. Beberapa peserta mengungkapkan kesan mereka, dengan menyatakan bahwa acara ini luar biasa. Para ibu-ibu bidan merasa antusias untuk segera mempraktekkan ilmu yang mereka peroleh kepada pasien. Beberapa peserta juga berharap acara seperti ini dapat diadakan secara rutin setiap tahun untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka.
Pada penutupan acara, guru juga berpesan agar ilmu yang didapat selama pelatihan dapat diterapkan dengan baik kepada pasien. Beliau mengingatkan peserta untuk terus belajar, jangan lelah mencari ilmu, dan jangan terjebak dalam pencarian ketenaran, karena ketenaran itu justru akan menjauh dari mereka yang mencarinya.